Memaknai R.I.P

RIPDe mortuis nil nisi bonum dicendum est (“Of the dead nothing but good is to be said“)

Yayaya, saya tahu secara sosial saya tak boleh berbicara yang buruk-buruk tentang orang yang sudah meninggal. Memang secara nalar tak adil, karena kalau yang saya bicarakan itu tidak tepat atau tidak benar, orang yang sudah mati tak punya hak jawab dan hak membela diri lagi.

Tapi bagaimana kalau almarhum melakukan tindakan yang dipandang secara sosial sebagai buruk, bahkan merugikan masyarakat? Seseorang seperti Hitler atau Pol Pot misalnya, tidak bolehkah saya membicarakan keburukannya? (more…)

Advertisements

Marlina: Pahlawan Perempuan dalam Diam

[T]he birth of the reader must be at the cost of the death of the Author (Roland Barthes, 1977, p. 148)

Si Pengarang harus mati demi kelahiran seorang Pembaca, begitu tulis Barthes dalam esainya “The Death of The Author”. Jika ditarik dalam kerangka pandang yang lebih luas bahwa ‘teks’ itu tak melulu berbentuk tulisan tetapi sebagai karya dalam bentuk apa saja, esensi dari sebuah karya bukan hanya pada penciptaannya tetapi pada tujuannya. Sebuah karya menjadi utuh ketika makna karya itu tak hanya dari sudut pandang si pencipta tetapi juga dari sudut pandang penikmatnya.

OK, saya tampaknya kebanyakan mengurusi studi PhD sehingga tulisan saya ini mulai dengan teori yang ribet ya? Padahal saya mau menulis soal film yang baru saya tonton akhir pekan lalu, yaitu Marlina: The Murderer in Four Acts dan perenungan yang saya alami setelah menontonnya.  (more…)

Komisi Etika Penelitian, Oh, Ribetnya!

Setelah setahun berjuang menulis proposal penelitian dan melalui proses Annual Review yang berdarah-darah oleh para pembimbing dan internal reviewer saya, akhirnya topik penelitian saya diterima bulan Agustus lalu. Yay!

Saya sudah tak sabar ingin segera melakukan penelitian lapangan. Separuh karena ingin segera masuk ke tahap berikutnya dari penelitian yaitu mengambil data. Separuh tentu karena ingin pulang kampung (sebenarnya ini alasan yang utama sih hahaha). Belum lagi karena topik saya adalah tentang praktik mengajar dan ‘mata kuliah’ ini hanya ditawarkan di semester ganjil (Agustus-Desember) di program studi sasaran penelitian saya, maka saya mau tak mau harus segera menjalani penelitian lapangan kalau tak mau kehilangan partisipan penelitian.  (more…)

Cara Mendapatkan Pembimbing S3 di Luar Negeri

Mbak Nen, gimana sih caranya bisa studi S3 di luar negeri?

How do I choose my supervisor

Not. Hahaha.

Saya seringkali mendapat pertanyaan macam begini. Di beberapa forum, saya juga pernah membagikan pengalaman dan tips untuk ini. Kalau di-google, ada banyak posting dan tautan tentang ini. Tapi tidak ada salahnya untuk saya membagikan pengalaman dan tips saya dalam hal ini, terutama dalam salah satu langkah yang cukup bikin repot dan susah dalam proses studi S3 di luar negeri yaitu mendapatkan pembimbing S3.  (more…)