learning

It’s All About Perspective

samsung-duo_-pocket-net_

Foto dari TujuHarga.com

Seperti beginilah ilustrasi telepon seluler yang sedang saya pakai saat ini. Tentu kondisinya jauh lebih mengenaskan daripada yang ada di tangan mas (atau mbak?) ini. Goresan di sana sini, casing sebelah kanan entah kenapa sudah terpotong dan chargernya sudah diselotip karena longgar. Tapi masih fungsional dan masih kuat menjalankan operasi Android yang sederhana.

Seorang teman di sini (yang baru saya kenal kemarin) mengasihani saya dan situasi telepon seluler saya yang jadi ‘batu bata’ gara-gara masalah bootloop dan berbaik hati meminjamkan gawai ini karena kebetulan beliau tidak pakai (karena ini dipakai sebagai telepon cadangan) dan ukuran slot kartu sim-nya mikro, pas dengan kartu sim penyedia layanan seluler di kampung yang harus saya pertahankan untuk berbagai urusan (sms dari bank di kampung, akses recovery beberapa akun internet, dan tentu saja berkomunikasi dengan Sayang DiSayang — dan beberapa grup —  lewat nomor WhatsApp saya yang dari kampung). (more…)

Daily Gratitude #5 Obrolan yang Menyenangkan dan Mencerahkan

Akhir pekan saya kok ndilalah padat betul, sehingga tak mampu menuliskan #DailyGratitude yang harusnya daily alias harian tapi kok jadinya dua kali seminggu paling pol. Tapi nggak apa-apa, saya akan mengampuni diri saya sendiri karena tak menulis sering-sering. Kan mengampuni diri itu juga bagian dari rasa syukur menyadari bahwa diri ini masih manusia yang punya salah, tapi juga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? #IniMahNgeles

(more…)

Demi Apa Merendahkan Diri?

16804068_10154152755697407_7618468420741715491_oProses studi doktoral adalah proses untuk menjadi rendah hati, atau bahkan menjadi rendah diri. Pokoknya diri direndahkan, serendah-rendahnya.

Betapa tidak? Selama enam bulan pertama dalam program PhD di universitas ini, para pembimbing saya hanya menyuruh saya untuk membaca, membaca, dan membaca. Mungkin karena saya harus memutakhirkan pengetahuan saya tentang bidang saya. Mungkin karena saya harus mencari celah di mana penelitian saya akan ditempatkan di bidang saya. Mungkin karena saya harus memasukkan kajian pustaka sebagai salah satu bagian dari laporan tengah tahun perkembangan studi.

(more…)

Sayakah si Penyaru itu?

20170202_130357.jpgImpostor syndrome (also known as impostor phenomenon or fraud syndrome) is a concept describing high-achieving individuals who are marked by an inability to internalize their accomplishments and a persistent fear of being exposed as a “fraud” (Clance & Imes, 1978)

Sudah kurang lebih empat bulan saya kuliah di negeri ini dan akhir-akhir ini saya merasa kalau saya sedang menderita sindrom penyaru ini. Gawat!

(more…)