knowledge

Annual Review dan Menangis

del-blogSaya rasa kamu akan setuju bahwa studi S3 itu tidak mudah. Bahkan sejak dari tahap paling awal mencari calon pembimbing, mendaftar, diterima, dan lalu menjalaninya. Semua yang pernah atau sedang menjalani studi S3, saya rasa pasti punya masa-masa yang membuat harus meneteskan air mata.

Selama hampir setahun sekolah di sini, saya sudah beberapa kali meneteskan airmata. Padahal hasil tahun pertama saya ‘hanya’ berupa proposal penelitian, sementara saya tahu dari beberapa teman bahwa ada yang ujian tahun pertamanya (atau ujian untuk dinyatakan sebagai kandidat PhD) bisa berupa beberapa ujian lisan, ujian tertulis, atau dokumen tergantung dari universitasnya, dan bahkan tiap departemen punya aturan masing-masing. Lebih jauh lagi, kadang-kadang tiap pembimbing dan penguji punya mau masing-masing.

(more…)

Advertisements

Daily Gratitude #5 Obrolan yang Menyenangkan dan Mencerahkan

Akhir pekan saya kok ndilalah padat betul, sehingga tak mampu menuliskan #DailyGratitude yang harusnya daily alias harian tapi kok jadinya dua kali seminggu paling pol. Tapi nggak apa-apa, saya akan mengampuni diri saya sendiri karena tak menulis sering-sering. Kan mengampuni diri itu juga bagian dari rasa syukur menyadari bahwa diri ini masih manusia yang punya salah, tapi juga punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan? #IniMahNgeles

(more…)

Demi Apa Merendahkan Diri?

16804068_10154152755697407_7618468420741715491_oProses studi doktoral adalah proses untuk menjadi rendah hati, atau bahkan menjadi rendah diri. Pokoknya diri direndahkan, serendah-rendahnya.

Betapa tidak? Selama enam bulan pertama dalam program PhD di universitas ini, para pembimbing saya hanya menyuruh saya untuk membaca, membaca, dan membaca. Mungkin karena saya harus memutakhirkan pengetahuan saya tentang bidang saya. Mungkin karena saya harus mencari celah di mana penelitian saya akan ditempatkan di bidang saya. Mungkin karena saya harus memasukkan kajian pustaka sebagai salah satu bagian dari laporan tengah tahun perkembangan studi.

(more…)

Kembali ke 4 Musim, Kembali ke Kebiasaan Ribet

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Musim gugur di Ames, Iowa. Kalau lihat dari pakaian saya, nggak dingin-dingin amat 🙂

Seandainya empat musim ini adalah musim durian, musim mangga, musim rambutan, dan musim nangka, mungkin saya akan bahagia empat kali lipat.

Sayangnya, empat musim ini adalah empat musim di negara sub-tropik, dan dua musim di antara saya nggak demen: musim gugur dan musim dingin. Ada beberapa alasan saya tidak terlalu suka dua musim itu, tapi itu bahan untuk tulisan mendatang.

Kali ini saya akan menceritakan beberapa kebiasaan yang kembali harus saya adopsi ketika kembali ke negara 4 musim. Ada untungnya juga sudah pernah tinggal di negara empat musim di utara-utara dan selatan-selatan sono, hingga adaptasi saya kali ini lumayan lancar meskipun ketika saya tiba, musimnya sudah musim gugur yang menggigilkan dengan suhu sekitar 8-14 derajat celsius. Berikut kebiasaan-kebiasaan itu sesuai dengan urutannya dalam seharian: (more…)