Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan

Terkadang saya iri dengan para wisatawan jaman now. Harus diakui, berpetualang di tempat baru atau melakukan perjalanan ke tempat asing di masa sekarang bisa jadi sangat mudah dengan adanya peta yang bisa diakses secara elektronik.

Continue reading “Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan”

Advertisements

Komisi Etika Penelitian, Oh, Ribetnya!

nz212
from http://www.lab-initio.com/250dpi/nz212.jpg

Setelah setahun berjuang menulis proposal penelitian dan melalui proses Annual Review yang berdarah-darah oleh para pembimbing dan internal reviewer saya, akhirnya topik penelitian saya diterima bulan Agustus lalu. Yay!

Saya sudah tak sabar ingin segera melakukan penelitian lapangan. Separuh karena ingin segera masuk ke tahap berikutnya dari penelitian yaitu mengambil data. Separuh tentu karena ingin pulang kampung (sebenarnya ini alasan yang utama sih hahaha). Belum lagi karena topik saya adalah tentang praktik mengajar dan ‘mata kuliah’ ini hanya ditawarkan di semester ganjil (Agustus-Desember) di program studi sasaran penelitian saya, maka saya mau tak mau harus segera menjalani penelitian lapangan kalau tak mau kehilangan partisipan penelitian.  Continue reading “Komisi Etika Penelitian, Oh, Ribetnya!”

Cara Mendapatkan Pembimbing S3 di Luar Negeri

Mbak Nen, gimana sih caranya bisa studi S3 di luar negeri?

How do I choose my supervisor
Not. Hahaha.

Saya seringkali mendapat pertanyaan macam begini. Di beberapa forum, saya juga pernah membagikan pengalaman dan tips untuk ini. Kalau di-google, ada banyak posting dan tautan tentang ini. Tapi tidak ada salahnya untuk saya membagikan pengalaman dan tips saya dalam hal ini, terutama dalam salah satu langkah yang cukup bikin repot dan susah dalam proses studi S3 di luar negeri yaitu mendapatkan pembimbing S3.  Continue reading “Cara Mendapatkan Pembimbing S3 di Luar Negeri”

Annual Review dan Menangis

del-blogSaya rasa kamu akan setuju bahwa studi S3 itu tidak mudah. Bahkan sejak dari tahap paling awal mencari calon pembimbing, mendaftar, diterima, dan lalu menjalaninya. Semua yang pernah atau sedang menjalani studi S3, saya rasa pasti punya masa-masa yang membuat harus meneteskan air mata.

Selama hampir setahun sekolah di sini, saya sudah beberapa kali meneteskan airmata. Padahal hasil tahun pertama saya ‘hanya’ berupa proposal penelitian, sementara saya tahu dari beberapa teman bahwa ada yang ujian tahun pertamanya (atau ujian untuk dinyatakan sebagai kandidat PhD) bisa berupa beberapa ujian lisan, ujian tertulis, atau dokumen tergantung dari universitasnya, dan bahkan tiap departemen punya aturan masing-masing. Lebih jauh lagi, kadang-kadang tiap pembimbing dan penguji punya mau masing-masing.

Continue reading “Annual Review dan Menangis”