SH. Mintardja: Pendekar Kata-Kata

[Bagian pertama dari Serial Penulis Kesukaan Saya. Ditulis untuk Tantangan Tujuh Hari Sampul Buku Kesukaan]

ADBM
Foto dari blog http://serialshmintardja.wordpress.com/adbm/adbm-001/

S.H. Mintardja itu buat saya pendekar kata-kata, penulis pertama yang saya kenal yang membuat saya jatuh cinta pada kebudayaan Jawa dan seni bela dirinya. Kamu nggak tahu siapa dia? Nggak apa-apa, ada banyak yang tidak tahu kok! Orang-orang dari generasi saya (iya, ngaku, saya dari generasi tahun 80-an akhir) juga tidak banyak yang tahu siapa beliau.

 

Tapi jangan khawatir! Kalau kamu google, ada kok profil beliau di wikipedia. Tapi profil beliau di sana sungguh pendek. Cuma berisi riwayat hidup dua baris yang terdiri dari dua kalimat dan daftar karya sepanjang lima belas baris. Riwayat hidup yang ditulis cuma lahir di mana, wafat di mana, dan genre tulisan beliau tentang apa. Tapi daftar karyanya, wah, ternyata lumayan panjang!

Continue reading “SH. Mintardja: Pendekar Kata-Kata”

Advertisements

Tantangan Tujuh Hari Sampul Buku Kesukaan

Sore ini, ketika saya sedang segan-segan malas menyelesaikan film Korea berjudul Vanishing Time: A Boy Who Returned sambil menunggu waktunya untuk nongkrong dengan komunitas diskusi Onani Pengetahuan (OPen), telepon seluler saya mengabarkan bahwa saya disebut oleh seorang teman jaman SMP di Instagram.

Teman ini rupanya sedang menjalani Tantangan Tujuh Hari Tujuh Sampul Buku Kesukaan. Aturan mainnya setelah saya baca ternyata cukup sederhana: setiap hari mengeposkan sampul buku yang sangat disukai, tanpa memberikan ulasan sama sekali, sambil tak lupa menyebutkan siapa penantang dan siapa yang ditantang selanjutnya selama tujuh hari berturut-turut.

Saya adalah orang yang ia tantang di hari kelima.

Continue reading “Tantangan Tujuh Hari Sampul Buku Kesukaan”

Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan

Terkadang saya iri dengan para wisatawan jaman now. Harus diakui, berpetualang di tempat baru atau melakukan perjalanan ke tempat asing di masa sekarang bisa jadi sangat mudah dengan adanya peta yang bisa diakses secara elektronik.

Continue reading “Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan”

Komisi Etika Penelitian, Oh, Ribetnya!

nz212
from http://www.lab-initio.com/250dpi/nz212.jpg

Setelah setahun berjuang menulis proposal penelitian dan melalui proses Annual Review yang berdarah-darah oleh para pembimbing dan internal reviewer saya, akhirnya topik penelitian saya diterima bulan Agustus lalu. Yay!

Saya sudah tak sabar ingin segera melakukan penelitian lapangan. Separuh karena ingin segera masuk ke tahap berikutnya dari penelitian yaitu mengambil data. Separuh tentu karena ingin pulang kampung (sebenarnya ini alasan yang utama sih hahaha). Belum lagi karena topik saya adalah tentang praktik mengajar dan ‘mata kuliah’ ini hanya ditawarkan di semester ganjil (Agustus-Desember) di program studi sasaran penelitian saya, maka saya mau tak mau harus segera menjalani penelitian lapangan kalau tak mau kehilangan partisipan penelitian.  Continue reading “Komisi Etika Penelitian, Oh, Ribetnya!”