events

#DailyGratitude Menonton Konser itu Bikin Norak Bahagia

img_20170315_211339_652.jpgTerserah mau dibilang sombong, tapi saya bersyukur bahwa saya akan menonton 4 konser musik sepanjang April-Juli ini. Diawali dengan Craig David yang musiknya serba romantis elektropop dan setelah bertahun-tahun kok enaknya masih tetap sama sejak saya mendengar lagunya Don’t Love You No More di tahun 2005. Lalu Dream Theater yang tahun ini merayakan 25 tahun berdirinya band mereka. Saya harus berterima kasih pada Yierick, gitaris band saya di Ames dulu yang memperkenalkan saya pada band ini. Dan saya tak pernah kehilangan selera pada John Mayer, sehingga memutuskan untuk menonton dia lagi setelah 14 tahun berlalu sejak dia belum siapa-siapa. Diakhiri dengan Coldplay, yang saya nggak familiar dengan lagu-lagunya, kecuali lagu-lagu yang seringkali dinyanyikan Daniel Kristiyanto di sesi-sesi karaoke kami. Tapi kok ya setelah melihat pertunjukan mereka di youtube pas  sesi jeda Super Bowl 50 di tahun 2015, ternyata musik mereka enak juga (plus tentu saja bisa bergaya menonton konsernya yang berpotensi akan bikin banyak pihak ngiri hahaha).

(more…)

Daily Gratitude #4 Menjadi Indonesia, Menjadi Warga Dunia

Terlepas dari kekhawatiran saya dianggap banci tampil dan narsis karena mengunggah segala foto dan video pementasan kemarin di ASEAN Festival ke segala kanal media sosial, saya lebih memaknainya sebagai berbagi rasa syukur menjadi orang Indonesia yang sekaligus menjadi warga dunia.

(more…)

Daily Gratitude #3: Source of Gratitude

And here it comes the dreaded day of first midyear review! This is the one of the administration process for confirming that I’m not just lazying my ass off in this PhD program. OK, maybe that term is a bit harsh (okay, a lot then), but it really has been an ordeal for me to come up with a draft that was at least presentable as a work in progress and to fill out the form with whatever reflective bullshit that I could pull from the last 6 months of being in the program.

(more…)

Daily Gratitude #2: Teman Berkesenian dan Seni Pertemanan

c5hqyi2wcaa4qy8Di Sabtu pagi yang cerah, seperti yang sudah direncanakan, saya dan beberapa teman menghabiskan siang latihan menari Sajojo untuk acara ASEAN Festival minggu depan. Saya bersyukur bahwa dalam waktu yang relatif singkat, cuma 4 kali latihan, tapi koreografi utuh sudah bisa kami kuasai. Semangat ya, Mace Pace!

Yang lebih menyenangkan lagi, saya ketemu Vania, si peranakan Batak-Sunda tapi merasa sepenuhnya anak Dok V Jayapura, yang semangat sekali mendorong kami latihan (dan tentu saja jadi teman bicara dengan logat Papua yang saya selalu rindukan #uhuk). Dan tentu pada Vania pu mace yang sudah jauh-jauh dari Indonesia membawakan kostum menari. Makasih, Tante! Tante memang klaaaas 🙂

c5hpdt-waaanjup

Sehabis latihan menari, saya bengong-bengong di kost, bingung mau ngapain malming ini. Yang biasanya malming-an dengan saya sedang asyik dengan teman-temannya, walaupun dengan manisnya menelpon sebelum dan sesudah dia sibuk dengan gang-nya. Tiba-tiba di WhatsApp ada pesan masuk dari Ilham, mahasiswa Master jurusan Hukum yang karena mati gaya setelah latihan paduan suara mengajak saya mencari minum hangat. Akhirnya kami terdampar di Grafton Arms, tempat kami biasa nongkrong, dan mengobrol panjang lebar tinggi soal macam-macam (termasuk mendiskusikan benang kusut risetnya soal trademark dan apalah-apalah itu). As usual, tak berapa lama, sesi ngobrol dan minum menjadi sesi curhat psikologis. Serius amat yak? Tapi senang bisa membantu dia dalam beberapa tantangan psikologisnya #halah 😆

Kamu ngapain aja malming kemarin?