Tantangan Tujuh Hari Sampul Buku Kesukaan

Sore ini, ketika saya sedang segan-segan malas menyelesaikan film Korea berjudul Vanishing Time: A Boy Who Returned sambil menunggu waktunya untuk nongkrong dengan komunitas diskusi Onani Pengetahuan (OPen), telepon seluler saya mengabarkan bahwa saya disebut oleh seorang teman jaman SMP di Instagram.

Teman ini rupanya sedang menjalani Tantangan Tujuh Hari Tujuh Sampul Buku Kesukaan. Aturan mainnya setelah saya baca ternyata cukup sederhana: setiap hari mengeposkan sampul buku yang sangat disukai, tanpa memberikan ulasan sama sekali, sambil tak lupa menyebutkan siapa penantang dan siapa yang ditantang selanjutnya selama tujuh hari berturut-turut.

Saya adalah orang yang ia tantang di hari kelima.

Continue reading “Tantangan Tujuh Hari Sampul Buku Kesukaan”

Advertisements

Susah Sebalnya Menjadi Broker (Penghubung) Orang

Kesal itu adalah ketika dimintai bantuan untuk mencarikan dan menghubungkan dengan beberapa orang untuk suatu urusan, lalu ketika sudah bersusah payah mencarikan yang sesuai tujuan urusan dan menghubungi (bahkan merayu) orang-orang itu, eh ternyata tak satu pun orang yang direkomendasikan dipakai (bahkan sama sekali tidak dihubungi!) oleh yang meminta bantuan.

Kekesalan macam begini beberapa kali saya alami dan rasanya tentu tidak enak sekali.

Continue reading “Susah Sebalnya Menjadi Broker (Penghubung) Orang”

Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan

Terkadang saya iri dengan para wisatawan jaman now. Harus diakui, berpetualang di tempat baru atau melakukan perjalanan ke tempat asing di masa sekarang bisa jadi sangat mudah dengan adanya peta yang bisa diakses secara elektronik.

Continue reading “Teknologi yang Memudahkan, dan Bukan yang Membodohkan”

Pemimpi Ulung itu Manusia Gila yang Beruntung

 

1200px-2018_fifa_world_cup-svg

Saya adalah pemimpi ulung.

Betapa tidak. Hampir semua hal yang saya capai adalah buah dari berkhayal di saat-saat yang suwung maupun reaksi terhadap suatu pengalaman. Misalnya ketika mencuci piring, BAB di WC, membaca buku, menonton film.

Khayalan saya bisa sangat gila, hingga di kegiatan mengkhayal paling ekstrim saya bisa membayangkan bahwa saya berada di situasi yang saya mimpikan, lalu ngomong sendiri menanggapi orang-orang yang ada di situasi yang saya mimpikan. Macam orang gila kan ya?

Selain ngomong sendiri, saya juga sering mengelilingi diri dengan mimpi itu, baik lewat rangsangan visual (buku, film, dsb.), auditory (musik, cerita orang, dll.), maupun kinestetik (memerankan diri dalam mimpi, cerita berapi-api soal mimpi). Pernah kan saya nulis tentang mengelilingi diri dengan mimpi di blog ini? Sudah kamu baca?

Di hari-hari awal tahun baru 2018 ini, saya sedang dalam proses memenuhi mimpi yang sudah berumur 35 dan 13 tahun. Semua gara-gara ajakan setengah permohonan untuk menemani seorang teman di sini untuk pergi berkunjung ke benua sebelah yang diajukan sejak tahun lalu. Dan tempat yang ia ajukan adalah Rusia. Wah… Continue reading “Pemimpi Ulung itu Manusia Gila yang Beruntung”