work

Meja Kerja yang Rapi = Kerja yang Produktif

Saya tak bisa bilang bahwa saya orang yang rapi. Tapi satu hal yang saya tahu soal diri saya: saya selalu cenderung untuk membuat irama kerja saya menjadi efisien supaya bisa produktif. Supaya irama kerja efisien, saya perlu mengatur semua hal yang berhubungan dengan kerjaan agar menjadi sistematis, dan karenanya tempat kerja harus rapi sebelum memulai kerjaan. Ini semakin menjadi keharusan kalau jenis kerjaannya adalah kerjaan yang saya sebenarnya tidak suka tapi harus saya kerjakan.  (more…)

Daily Gratitude #3: Source of Gratitude

And here it comes the dreaded day of first midyear review! This is the one of the administration process for confirming that I’m not just lazying my ass off in this PhD program. OK, maybe that term is a bit harsh (okay, a lot then), but it really has been an ordeal for me to come up with a draft that was at least presentable as a work in progress and to fill out the form with whatever reflective bullshit that I could pull from the last 6 months of being in the program.

(more…)

Sayakah si Penyaru itu?

20170202_130357.jpgImpostor syndrome (also known as impostor phenomenon or fraud syndrome) is a concept describing high-achieving individuals who are marked by an inability to internalize their accomplishments and a persistent fear of being exposed as a “fraud” (Clance & Imes, 1978)

Sudah kurang lebih empat bulan saya kuliah di negeri ini dan akhir-akhir ini saya merasa kalau saya sedang menderita sindrom penyaru ini. Gawat!

(more…)

Filosofi Tukang Kebun

20161213_190718-01.jpegTukang kebun tahu bahwa tanaman perlu sesekali dipangkas supaya tumbuhnya bagus. Tapi pernah tidak berpikir bahwa seseorang pun perlu sesekali ‘dipangkas’ supaya pertumbuhan kepribadiannya jadi bagus?

Seperti pengamatan saya kepada mahasiswa-mahasiswa saya, yang dimanja melulu kepribadiannya akan tidak elok. Malas mencari jalan keluar ketika dihadapkan pada tantangan. Maunya serba instan dan mudah. Tapi mau dapat hasil sebesar-besarnya. (more…)