work

Annual Review dan Menangis

del-blogSaya rasa kamu akan setuju bahwa studi S3 itu tidak mudah. Bahkan sejak dari tahap paling awal mencari calon pembimbing, mendaftar, diterima, dan lalu menjalaninya. Semua yang pernah atau sedang menjalani studi S3, saya rasa pasti punya masa-masa yang membuat harus meneteskan air mata.

Selama hampir setahun sekolah di sini, saya sudah beberapa kali meneteskan airmata. Padahal hasil tahun pertama saya ‘hanya’ berupa proposal penelitian, sementara saya tahu dari beberapa teman bahwa ada yang ujian tahun pertamanya (atau ujian untuk dinyatakan sebagai kandidat PhD) bisa berupa beberapa ujian lisan, ujian tertulis, atau dokumen tergantung dari universitasnya, dan bahkan tiap departemen punya aturan masing-masing. Lebih jauh lagi, kadang-kadang tiap pembimbing dan penguji punya mau masing-masing.

(more…)

Meja Kerja yang Rapi = Kerja yang Produktif

Saya tak bisa bilang bahwa saya orang yang rapi. Tapi satu hal yang saya tahu soal diri saya: saya selalu cenderung untuk membuat irama kerja saya menjadi efisien supaya bisa produktif. Supaya irama kerja efisien, saya perlu mengatur semua hal yang berhubungan dengan kerjaan agar menjadi sistematis, dan karenanya tempat kerja harus rapi sebelum memulai kerjaan. Ini semakin menjadi keharusan kalau jenis kerjaannya adalah kerjaan yang saya sebenarnya tidak suka tapi harus saya kerjakan.  (more…)

Daily Gratitude #3: Source of Gratitude

And here it comes the dreaded day of first midyear review! This is the one of the administration process for confirming that I’m not just lazying my ass off in this PhD program. OK, maybe that term is a bit harsh (okay, a lot then), but it really has been an ordeal for me to come up with a draft that was at least presentable as a work in progress and to fill out the form with whatever reflective bullshit that I could pull from the last 6 months of being in the program.

(more…)

Sayakah si Penyaru itu?

20170202_130357.jpgImpostor syndrome (also known as impostor phenomenon or fraud syndrome) is a concept describing high-achieving individuals who are marked by an inability to internalize their accomplishments and a persistent fear of being exposed as a “fraud” (Clance & Imes, 1978)

Sudah kurang lebih empat bulan saya kuliah di negeri ini dan akhir-akhir ini saya merasa kalau saya sedang menderita sindrom penyaru ini. Gawat!

(more…)