October 21, 2009

CV Colongan

Sebagai pengajar mata kuliah Business English, tentu saja salah satu hal yang saya ajarkan kepada mahasiswa saya adalah bagaimana membuat daftar riwayat hidup atau istilah kerennya adalah Curriculum Vitae alias CV. Supaya tidak malu-maluin, tentu saja saya juga punya CV yang keren, yang terbukti telah berhasil mengantar saya untuk mendapatkan pekerjaan di beberapa perusahaan dan mendapatkan beasiswa untuk belajar di negeri orang.

Nah, cerita saya kali ini adalah tentang kejadian di masa lalu, ketika saya masih kerja di sebuah hotel bintang empat di Papua sono di tahun 1998-1999. Posisi saya waktu itu adalah Business Center Secretary dan saya membawahi beberapa Business Center receptionist. Singkat cerita, suatu kali Business Center dapat karyawan magang dari bagian lain. Performa kerjanya sih baik-baik saja. Buat saya, kemampuan dia cukupan-lah. Paling tidak kalau disuruh mengetik di komputer atau melayani tamu fotokopi, dia bisa melakukannya. Cuma mungkin Bahasa Inggrisnya yang agak kacau-kacau, karena mungkin dia bukan lulusan akademi pariwisata atau S1 Sastra Inggris. Tapi suatu hari, ketika saya iseng membersihkan file-file dari komputer kantor, kok ndilalah saya menemukan CV dia. Buat saya sih nggak masalah pakai komputer kantor untuk urusan pribadi. Saya maklum kok, komputer jaman tahun-tahun itu kan masih langka. Tapi yang bikin saya kaget luar biasa, CV DIA ITU 90% PERSIS PLEK DENGAN CV SAYA!!!! Yang beda cuma ‘pendidikan’ (jelas lah, karena dia bukan lulusan S1) dan ‘pekerjaan’ di posisi terakhir (karena dia kan dari bagian lain). Dan bagian yang beda itu ditulis dalam bahasa Inggris yang jelek luar biasa. Kelihatan sekali bedanya dengan bagian-bagian yang nyontek punya saya. Bahkan format tampilannya pun tidak dia ubah sama sekali!

Memang salah saya juga mungkin, menyimpan file CV saya di komputer kantor, sehingga dia bisa menyontek CV saya abis-abisan. Tapi kebayang nggak sih, kalau misalnya dia dipanggil wawancara, lalu menjalani wawancara dalam Bahasa Inggris, dan ketauan Bahasa Inggrisnya belepotan. Kan jomplang sekali dengan CV dia yang Bahasa Inggrisnya sungguh sangat indah? Belum lagi di daftar ketrampilan. Iya kalau dia menguasai ketrampilan-ketrampilan saya. Kalau enggak, kan malu luar biasa dengan pihak pemberi kerja.

Menurut saya, terinspirasi oleh tulisan orang boleh, tapi mbok ya jangan menyontek abis-abisan macam ini. Takutnya entar kemakan sendiri lho.

NB: Beberapa waktu yang lalu, si oknum ini menambahkan saya sebagai teman di facebook. Ternyata dirinya sudah melanglang buana kerja di negeri orang dan Bahasa Inggrisnya sudah bagus. Buat obat sakit hati saya, yah, anggap saja saya telah membuat perubahan dalam hidup seseorang, dengan cara ‘membagi’ CV saya. Saya doakan semoga dia tidak kena batunya karena telah ‘nyolong’ CV saya….

October 4, 2009

SPAM!

Seharian ini saya tidak main Mafia Wars, saya tidak membaca update status teman saya, saya tidak berjalan-jalan ke profile teman-teman saya. Akun Facebook saya terkena spam. Ratusan jumlahnya. Bikin saya harus mengatasinya satu demi satu. Bayangkan, mengatasi RATUSAN SPAM satu demi satu.

Capek? Marah? Jengkel? Capek sih jelas. Tapi marah dan jengkel sama sekali tidak. Karena…

Spam-spam itu adalah pesan-pesan yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya hari ini! Ya, ya, ya, saya berusia 35 tahun tepat hari ini. Dan teman-teman saya di facebook, beberapa ratus dari seribuan lebih teman saya itu, mengucapkan selamat ulang tahun lewat facebook. Plus doa-doa untuk saya, keluarga, dan jabang bayi di perut saya, yang tentu saja saya terima dengan penuh syukur kepada Tuhan, karena saya percaya doa orang banyak itu manjur.

Jadi walaupun seharian ini saya cukup capek membalas satu demi satu ucapan selamat (kayaknya tidak ada yang terlewat ya, kalau ada maafkan!) karena perut saya yang gendut sungguh mengganjal antara kursi dan meja kerja(eheheheh), saya tetap bahagia.

Terimakasih, teman-teman. Semoga saya tetap menjadi teman yang baik untuk Anda sekalian tahun ini. Kalau tidak, silakan disentil telinga saya. Atau tabok saja saja. Kalau tega…

September 28, 2009

Just Need You

Just a little smile

Just a little comment

Just a little touch

Just a little gesture.

 

I’m swollen

I’m unpretty

I’m slow

I’m weak.

 

I wish I were slim

I wish I were sweet

I wish I were quick

I wish I were strong.

 

Not so.

 

Of all faces, yours.

But you turn away.

Or you turn to scorn.

 

I just need you. badly. lastly. willingly. lovingly.

August 30, 2009

Komoditas Hari Ini?

Pagi ini, hari Minggu, saya bangun dan langsung mengecek akun facebook saya. Saya tampaknya sudah agak-agak mencandu laman jejaring sosial ini. Seperti biasa juga, halaman pertama menunjukkan status termutakhir dari orang-orang di jaringan sosial saya dan saya mendapati fenomena yang menarik: hampir semua status bersifat religius, bahkan dari orang-orang yang saya kira dalam hari-hari yang lain tidak terlalu hirau dengan hal-hal rohaniah. Kesannya jadi sangat kodi-an. Macam segala hal yang bersifat rohaniah menjadi komoditas yang sangat murah hari ini.

Mohon maaf, kalau pernyataan saya di atas menohok beberapa teman beragama tertentu, tapi fenomena ini juga tidak hanya di hari Minggu saja. Di hari-hari ini yang notabene adalah hari-hari bulan puasa, atau hari Jumat juga kadang-kadang, juga memunculkan ‘naluri rohaniah’ beberapa teman.

Tidak ada yang salah saya rasa untuk bernaluri rohaniah dan sejenak meluangkan waktu untuk merefleksi diri dari sudut pandang religius. Tapi masak hanya untuk hari-hari tertentu saja? Hari-hari yang lain bagaimana?

 

August 26, 2009

Saya suka ‘hantu-hantu’ masa lalu saya. Mereka suka tiba-tiba muncul tanpa diduga. Terkadang mereka membuat saya tersenyum. Tapi tak urung mereka juga bisa membuat saya harus menelan pil pahit.

Beberapa hari yang lalu salah satu ‘hantu’ saya muncul. Ia membuat saya mengingat hari-hari di masa lalu saya yang dulu-dulu sekali dan saya bahkan sempat memainkan beberapa skenario yang mungkin akan terjadi di masa kini kalau hantu itu tetap ada dalam kehidupan saya. Jangan salah, saya tak pernah menyesal dengan pilihan skenario di masa lalu saya itu. Bahkan boleh dibilang itu adalah keputusan yang maha tepat dan berdaya guna luar biasa di masa-masa kemudian. Tapi dasar saya yang suka berandai-andai dan bermimpi-mimpi, saya sempat lho tersenyum-senyum bego membayangkan hasil dari skenario-skenario itu.

Ternyata ‘hantu-hantu’ masa lalu saya itu ada gunanya. Mereka membuat saya menyelusuri lagi jejak-jejak petualangan saya di masa lalu dan menilai hidup saya sejauh ini. Sungguh menarik bertemu lagi dengan ‘hantu’ yang ini, karena saya jadi sadar betapa hidup saya sungguh luar biasa menarik. Mungkin tak menarik buat Anda, tapi buat saya sungguh luar biasa mengasyikkan.

Bagaimana dengan Anda? Apa Anda pernah ketemu dengan ‘hantu-hantu’ masa lalu Anda?

July 17, 2009

Stronger

Indonesia refuses to be terrorized by terrorists. We’re way stronger than that.

*I’m safe and sound in Salatiga, 700 kms away from Jakarta, but emotionally affected as usual*

June 25, 2009

Apa bedanya antara nge-blog dan nge-snob?

*my thoughts after reading somebody’s post*