Sugeng Tindak, Mbah…

Dalam suasana berkabung meninggalnya Mbah Putri saya, ijinkan saya menuliskan post ini dalam bahasa Jawa krama, bahasa yang diajarkan oleh Mbah Putri saya dengan sangat bagusnya tetapi karena kebodohan saya maka saya tidak menguasai dengan sepenuhnya. Mudah-mudahan di esok hari saya berkesempatan menerjemahkan post ini dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Saya harap Anda bisa merasakan keindahan bahasa Jawa itu dan memahami betapa saya lebih memilih menggunakan bahasa ini dalam menuliskan posting ini karena hanya dalam bahasa itulah saya bisa mengungkapkan perasaan saya untuk Mbah Putri saya tercinta.

Mbah Kakung lan Mbah Putri
Mbah Kakung lan Mbah Putri

 

In the event of my grandma’s passing, allow me to write this post in Javanese Krama (high level), the language that my grandma had taught me well but due to my ignorance, I do not fully master it. Hopefully I will get the chance later to translate this post in Indonesian and English. I hope you can sense the beauty of the language and understand why I prefer using this language in writing this post because only in that language I can express my feeling to my beloved grandma.

Continue reading “Sugeng Tindak, Mbah…”

Advertisements