God

When God talks…

17758107_10209336847558383_1611766738_nGod talked to me tonight through an old friend, giving me assurance that any single good act will not be ignored.

For some personal reasons, these days I’ve been moping. Either I felt that my good acts toward particular persons were at the end futile because those persons cut me loose from their life, or I felt that some people came back to me realizing that I was the one who cared the most in their darkest episodes but it was way too late.  (more…)

Advertisements

Tuhan itu Keren!

GodtimingIa (Tuhan) membuat segala sesuatu indah pada waktunya (Pengkhotbah 3:11)

Iya, ini ayat memang dari alkitab Kristen. Saya tak terlalu peduli kalau dituduh sebagai muslim yang murtad  karena mengutip dan mempercayai ayat ini. Tuduhan ini tidak akan mengubah pendapat saya bahwa ayat ini sungguhlah indah dan benar adanya, karena saya telah mengalaminya berulang-ulang kali.  (more…)

Hikmah dari Ujian

Bersandar pada Tuhan itu jauh lebih kuat daripada bersandar pada manusia. 

Saya membaca posting ini di status teman saya, Tyasning Nusawardhani kemarin. Dan betapa benar postingnya itu. Dalam beberapa bulan terakhir ini Allah begitu sayang pada saya sehingga saya diberi ujian yang banyak sekali dan yang namanya Tuhan kalau membuat ujian sungguh sangat kreatif dan bertubi-tubi, sehingga saya megap-megap tak karuan menghadapinya. Saya bahkan bisa bilang, saya mencapai titik nadir, titik terendah dalam hidup saya, sehingga sudah tak mampu melakukan apa pun.

Ketika saya tidak mampu apa-apa, naluri saya adalah kembali pada Tuhan dan alhamdulillah saya mendapatkan hikmah dari kembalinya saya kepada Zat yang Maha Kuasa itu. 

Hikmah yang saya dapatkan adalah pelajaran untuk berbicara dan mendengarkan Tuhan. Seorang teman menyarankan saya untuk memohon ampunan kepada Allah dengan mengucapkan “astafirughlah alazim” berulang-ulang sehabis berdoa. Seorang teman yang lain menyuruh saya meminta pada Allah untuk diberi petunjuk yang sejelas-jelasnya lalu secara acak membuka kitab suci. Melengkapi saran ini, Om saya menyuruh saya untuk membaca baik-baik surat-surat atau ayat-ayat yang terbuka, mencernanya, dan menerapkannya pada diri sendiri. Alhasil, saya menjadi tenang setelah meminta ampunan Allah. Dari membaca surat-surat yang ditunjukkan kepada Allah, mata saya jadi terbuka tentang diri saya sendiri, tujuan-tujuan hidup saya, dan janji Allah untuk menolong saya. Saya hanya perlu menjalankan apa yang ditunjukkan oleh Allah dalam bacaan saya dengan sungguh-sungguh, melakukan koreksi terhadap diri, dan menyerahkan hasilnya ke tangan Allah semata. 

Saya masih harus menjalankannya. Saya masih harus mengoreksi diri saya. Saya masih harus menunjukkan kepercayaan penuh saya kepada kehendak Allah. Namun aduhai jiwa saya terasa begitu nyaman dan dikuatkan, seperti Tuhan sendiri yang memeluk saya dan meyakinkan saya bahwa semua yang terjadi akan baik untuk saya. Dan saya percaya, percaya total kepada kekuasaan, kebesaran, dan keadilanNYA.

Semoga Anda pun menyandarkan hidup Anda kepadaNYA dan mendapatkan penguatan itu.