Saya dan Pengaruh Musik Saya

Lagi-lagi tantangan musik 30 hari yang saya bilang asu kapan hari bikin saya berpikir tentang musik yang mempengaruhi selera musik saya. Pertanyaan yang memicu posting ini adalah “Sebutkan lagu dari band yang kamu harap masih main bareng”.

Kalau kamu bakal jawab apa untuk pertanyaan ini?

karimatapasti

Pilihan saya jatuh ke Karimata Band. Band ini didirikan tahun 1985, dan digawangi oleh Aminoto Kosin, Uce Haryono, Candra Darusman, Erwin Gutawa dan Denny TR. Selengkapnya soal band ini bisa dibaca di blog Denny Sakrie yang mengulas album pertama mereka yang bertajuk Pasti.

Yak, ini adalah salah satu album musik yang pertama-pertama saya dengarkan pas kelas satu SMP, ketika saya pertama kali ngeh soal musik dengan agak serius.

Sebelumnya, di rumah kami, saya mengonsumsi musik  kegemaran ayah ibu saya. Yang terngiang di telinga adalah lagu-lagu Sunda di album “Kalangkang”, hasil dari ayah saya dicuci otak pendidikan apalah-apalah di kota Kadipaten di Jawa Barat sono selama sebulanan dan walhasil sepulangnya beliau muter lagu-lagu Sunda sepanjang pagi setiap hari. Yang sering diputar juga oleh ibu saya adalah album-album garapan JK Records, yang repertoirenya terdiri dari lagu-lagunya Dian Pisesha, Ratih Purwasih, Obbie Messakh, dan sesekali Hetty Koes Endang.

Entah kenapa saya gak minat sama sekali dengan musik yang jenis ini. Atau mungkin saya masih terlalu imut polos untuk mencernanya.

Adalah om saya, Om Adi, adik ayah saya, yang memperkenalkan saya pada Band Karimata, dan lalu dengan Band Krakatau, Band Halmahera, dan Michael Franks. Beliau ini suka membangun peralatan tata suaranya sendiri karena mahir utak-atik elektronik. Jadi tata suara di rumah mbah saya di Jalan Monginsidi sungguh mantap untuk mendengarkan band-band aliran jazz fusion. Di rumah mbah dari pihak ayah ini, segalanya terasa lebih nyaman dan bebas, karena mbah membiarkan anak-anaknya dan cucu-cucunya untuk berkreasi apa saja, beraktifitas apa saja, asal nggak ngerusak rumah atau mengganggu para pelanggan warung soto mbah, termasuk mendengarkan musik kenceng-kenceng 🙂

Jadilah tiap hari saya nongkrong di rumah mbah, membantu beliau melayani pelanggan warung, mencuci piring bekas pelanggan, dan sisanya membuat koran-koranan tentang berita remeh-temeh keseharian kami di rumah itu (isinya cerita lucu-lucu tentang sepupu-sepupu saya ngapain aja hari itu), jalan-jalan ke kota (sebenarnya cuma selarik jalan Jendral Sudirman tempat toko-toko berada, tapi yang penting jalan-jalannya!), dan tentu saja memutar puluhan kaset Om dengan volume maksimal!

Tak heran, sampai hari ini, musik adalah sehari-harinya saya, karena musik bikin saya nyaman, senang, bebas, sama seperti ketika puluhan tahun yang lalu saya nyaman bahagia di rumah Mbah. Dan tak heran kalau genre favorit saya adalah jazz, karena musik yang pertama-pertama saya nikmati adalah jazz. Tak heran kalau pemain band kesukaan saya adalah pemain bass, karena semua band jazz yang pertama saya dengar selalu punya bass line yang menonjol dan mudah diingat. Dan, eh, kebetulan suara saya lebih cocok untuk menyanyikan lagu-lagu jazz, misalnya ini lagu Misty ini.

Jenis musik apa yang pertama kamu dengar pas kamu mulai suka musik? Pengaruh musikmu apa?

— Foto Album Karimata Pasti dari blog Indolawas

Advertisements

4 comments

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s