Meja Kerja yang Rapi = Kerja yang Produktif

Saya tak bisa bilang bahwa saya orang yang rapi. Tapi satu hal yang saya tahu soal diri saya: saya selalu cenderung untuk membuat irama kerja saya menjadi efisien supaya bisa produktif. Supaya irama kerja efisien, saya perlu mengatur semua hal yang berhubungan dengan kerjaan agar menjadi sistematis, dan karenanya tempat kerja harus rapi sebelum memulai kerjaan. Ini semakin menjadi keharusan kalau jenis kerjaannya adalah kerjaan yang saya sebenarnya tidak suka tapi harus saya kerjakan. 

Misalnya, menilai thesis atau tugas mahasiswa. Ini kerjaan yang paling menyebalkan dari pekerjaan saya, tapi saya tentu tidak bisa menghindar. Jadilah akhirnya saya pasti akan mengosongkan meja kerja saya, menumpuk kertas-kertas yang harus diperiksa di sebelah kiri, kertas-kertas yang sudah diperiksa di sebelah kanan, sementara di tengah adalah untuk kertas yang sedang saya periksa. Pulpen favorit saya untuk mengoreksi adalah pulpen warna merah, disertai cairan koreksi kalau-kalau ada komentar saya yang salah. Tempat pulpen dan cairan koreksi ada di antara kertas yang sedang dikoreksi dan kertas yang sudah dikoreksi. Masuk akal kan? Karena saya menulis memakai tangan kanan.

Dengan pengaturan semacam itu, kerjaan koreksi bisa jadi lebih efisien. Angkat kertas yang mau di koreksi di tumpukan sebelah kiri, pindahkan ke tengah, lalu ditaruh di tumpukan sebelah kanan ketika selesai. Produktif deh pokoknya.

Memasuki bulan ke-enam saya di kota ini, saya baru menyadari bahwa salah satu alasan saya tidak produktif adalah karena meja kerja saya tidak sistematis. Buku-buku pinjaman dari perpustakaan memang tersusun lumayan rapi. Tapi catatan-catatan hasil membaca buku dan artikel jurnal cuma asal saya tumpuk tanpa kategori. Menyusahkan sekali kalau misalnya saya harus menulis draf karena harus mengobrak-abrik tumpukan. Belum lagi catatan-catatan kuliah yang tersebar di beberapa buku. Pokoknya bikin deg-degan sambil misuh-misuh karena memperlambat proses penulisan.

Akhirnya dengan memantapkan diri, sebelum akhir pekan lalu, saya bertekad membereskan sistem pengorganisasian catatan dan meja kerja saya di kantor. Harapan saya, 2 minggu ke depan saya akan lebih nyaman bekerja di meja saya dan lebih produktif sehingga bisa menyelesaikan beberapa hutang pekerjaan di pembimbing.

Setelah menghabiskan 4 jam di kantor, tanpa distraksi media sosial dan setelah foto-foto narsis ala-ala America’s Next Top Model (nggak usah saya posting di sini deh), beginilah meja kerja saya:

img_20170313_113154.jpg

Tidak buruk bukan? Seorang teman kantor bahkan takjub bahwa saya bisa sedemikian rapi. Iya sekarang rapi, besok-besok entahlah 🙂

Kalau kamu, apa yang kamu lakukan supaya bisa produktif bekerja?

Advertisements

8 comments

  1. Kalau aku biar produktif kerja biasanya sambil mendengarkan musik yang aku belum pernah dengar sebelumnya atau lagu bahasa Jepang/Korea. Maksudnya biar aku gak ikutan nyanyi. Kalau ikutan nyanyi, nanti bukannya kerja malah ngegalau sedih karena kebawa aura lagu. Hahahaha….

    Like

  2. Kalau saya biasanya harus punya goal harian, walau nggak selalu bisa ditepati…hehe. Yang penting ada di kertas dulu lah… 😄

    Meja rapi dan barang-barang mudah dijangkau itu memang mendukung sekali, tapi saya jenis yang angot-angotan, giliran rapi, bisa rapi sekali…giliran berantakan juga, kacau sekali lah…

    Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s