Daily Gratitude #2: Teman Berkesenian dan Seni Pertemanan

c5hqyi2wcaa4qy8Di Sabtu pagi yang cerah, seperti yang sudah direncanakan, saya dan beberapa teman menghabiskan siang latihan menari Sajojo untuk acara ASEAN Festival minggu depan. Saya bersyukur bahwa dalam waktu yang relatif singkat, cuma 4 kali latihan, tapi koreografi utuh sudah bisa kami kuasai. Semangat ya, Mace Pace!

Yang lebih menyenangkan lagi, saya ketemu Vania, si peranakan Batak-Sunda tapi merasa sepenuhnya anak Dok V Jayapura, yang semangat sekali mendorong kami latihan (dan tentu saja jadi teman bicara dengan logat Papua yang saya selalu rindukan #uhuk). Dan tentu pada Vania pu mace yang sudah jauh-jauh dari Indonesia membawakan kostum menari. Makasih, Tante! Tante memang klaaaas 🙂

c5hpdt-waaanjup

Sehabis latihan menari, saya bengong-bengong di kost, bingung mau ngapain malming ini. Yang biasanya malming-an dengan saya sedang asyik dengan teman-temannya, walaupun dengan manisnya menelpon sebelum dan sesudah dia sibuk dengan gang-nya. Tiba-tiba di WhatsApp ada pesan masuk dari Ilham, mahasiswa Master jurusan Hukum yang karena mati gaya setelah latihan paduan suara mengajak saya mencari minum hangat. Akhirnya kami terdampar di Grafton Arms, tempat kami biasa nongkrong, dan mengobrol panjang lebar tinggi soal macam-macam (termasuk mendiskusikan benang kusut risetnya soal trademark dan apalah-apalah itu). As usual, tak berapa lama, sesi ngobrol dan minum menjadi sesi curhat psikologis. Serius amat yak? Tapi senang bisa membantu dia dalam beberapa tantangan psikologisnya #halah 😆

Kamu ngapain aja malming kemarin?

Advertisements

3 comments

  1. Produktif sekali akhir pekannya, iya saya setuju para penarinya kwren-keren

    Malam mingguan kmaren saya ngabisin masakan anak2 yg enak, sampe nambah trus kekenyangan trus ngantuk trus tidur ehehehehehe

    Like

    1. Haha, makasih, Om 🙂 Penari keren? Kita lihat saja minggu depan di khalayak internasional #halah

      Aduh, makan enak! Apa pun jenisnya makanan di situ selalu lebih enak-enak daripada di sini. Yang paling deket ya paling rasanya masakan resto China, tapi teman nongkrong saya sayangnya menolak mentah-mentah ketika saya ajak. Katanya anak kost satu ini sedang pengiritan hahaha.

      Semoga sudah sembuh dengan sempurna berkat masakan anak-anak yang enak dan tidur kekenyangan, Om 😆

      Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s