Kenapa Saya Suka Menjadi Guru

Tiap kali ke kota ini, saya selalu diingatkan dan disegarkan kembali akan alasan utama kenapa saya suka sekali menjadi guru: membuat perubahan dalam masa depan seseorang.

Kota ini, SoE, adalah kota kecil di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Butuh perjalanan darat selama 3 jam dari kota Kupang untuk mencapai kota ini. Udaranya sejuk dengan langit yang luar biasa biru dan cantik. Tanahnya adalah tanah karang, keras berbungkul-bungkul dan bikin sakit di kaki kalau kita berjalan di atasnya. Tapi orang-orangnya punya keramahan yang sama sekali tidak keras, di balik kulit mereka yang tembaga.

Pertama kali saya mengunjungi kota ini adalah tahun 2007. Universitas tempat saya bekerja mempunyai kerjasama dengan sekolah tinggi di kota ini, dan mereka butuh beberapa dosen untuk membantu mereka mengajar beberapa mata kuliah di mana mereka belum punya tenaga pengajar yang mumpuni.

Saya selalu suka pergi ke kota ini. Saya selalu suka mengajar di sini. Saya akui, tidak mudah mengajar mahasiswa di sini. Kemampuan mereka bisa dibilang nol ketika mulai belajar bahasa Inggris. Bukan, bukan karena mereka bodoh. Mereka punya banyak potensi, tetapi mereka tumbuh dalam sistem pendidikan yang kualitasnya buruk, sebagaimana daerah-daerah yang jauh dari pulau Jawa.

Tapi soal semangat belajar, saya sungguh mengagumi mereka. Di tengah keterbatasan kemampuan, sarana, dan prasarana (pertama saya datang ruang kuliah mereka numpang di SMK setempat, dan selalu harus berebut ruang karena hanya ada 3 ruang untuk 4 program studi), setiap kali saya datang, mereka mau melakukan apa saja yang saya suruh. Dari tarikan muka mereka saya melihat bahwa sering kali mereka frustrasi karena tak bisa mengikuti cara bicara saya yang cepat dalam Bahasa Inggris, tapi mereka selalu berjuang dengan melahap semua bacaan dan tugas yang saya berikan. Mereka bahkan rela menghabiskan malam dan akhir pekan untuk mengerjakan tugas.

Tahun 2015 mereka sudah mempunyai dosen-dosen lokal, dan sebagian besar dari dosen lokal ini adalah bekas mahasiswa saya di tahun pertama saya datang ke SoE. Melihat mereka, penuh semangat, cerdas, dan punya kepercayaan besar pada potensi mahasiswa mereka seberapa lemahnya kemampuan akademik si mahasiswa, saya merasa bahagia, sungguh bahagia, karena saya menjadi saksi perjuangan dan kerja keras mereka. Ketika mulai mereka hampir-hampir tak bisa memahami ucapan saya, tapi sekarang mereka berbicara dengan logat dan tata bahasa Inggris yang bagus, serta memberikan pertanyaan-pertanyaan cerdas, kritis, kreatif pada saya. Mereka semua lulus S2 dari universitas negeri terkemuka di negeri ini. Dan yang terpenting adalah, mereka mewarisi dan mengadopsi filosofi kami, para dosen mereka dulu, bahwa setiap anak, seberapa lemahnya kemampuan akademik si anak, punya potensi. Tugas guru adalah memberi dorongan yang tepat kepada setiap anak sehingga mereka bisa berkembang dengan maksimal.

Saya bahagia menjadi guru, karena setiap hari saya menemukan titik-titik kebahagiaan melalui murid-murid saya. Ketika mereka menunjukkan raut muka serius mendengarkan kuliah saya. Ketika mereka menunjukkan muka eureka ketika menemukan poin-poin yang menarik atau akhirnya mereka paham. Ketika mereka berkerut kening mengerjakan makalah. Ketika mereka dengan semangat bertanya dengan pertanyaan yang super kritis hingga saya kebingungan menjawab. Saya melihat mereka bertumbuh, berkembang, menjadi bunga yang sungguh indah, dan itu adalah proses yang memang panjang, kadang melelahkan, tapi selalu berbuah menyenangkan.

Saya guru, dan saya adalah guru yang selalu bahagia karena murid-murid saya.

Advertisements

2 comments

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s