Bad Relationship = Run-on Sentence

IMG_20151018_114243A bad relationship is like a run-on sentence. In order to make it work, you either need to separate the clauses or to add a coordinating conjunction. 

Saya selalu suka membuat analogi dan contoh dari kehidupan nyata untuk menerangkan tentang satu konsep dalam kelas-kelas saya. Dan analogi di atas adalah yang tiba-tiba muncul di otak saya untuk menerangkan apa itu run-on sentence dan bagaimana mengatasinya di kelas Creative Writing.

Run-on sentence, dalam tata bahasa di Bahasa Inggris, adalah kalimat yang berisi dua klausa mandiri (independent clause) yang mempunyai dua ide mandiri pula. Sehingga ketika disatukan, menjadi terbaca aneh karena tidak ada penanda pemisah dua ide tersebut. Contohnya adalah:

I love him to death the love is so strong.

Kalimat tersebut mengandung 2 ide mandiri yaitu ‘I love him to death’ dan ‘the love is so strong’. Ketika disatukan tanpa pemisah tanda baca koma dan kata hubung (coordinating conjunction), terdengar aneh dan membingungkan. Sehingga untuk membuat kalimat tersebut menjadi bermakna, kita harus memisahkannya dengan tanda baca titik sehingga kalimat tersebut menjadi dua kalimat terpisah. Atau bisa juga diperbaiki dengan menambahkan tanda baca koma dan suatu kata penghubung yang sesuai dengan logika pemaknaan yang dimaksud (yaitu BOYFANS — but, or, yet, for, and, nor, atau so). Jadi kalimat yang benar adalah:

I love him to death. The love is so strong.

atau

I love him to death, and the love is strong.

Lalu apa hubungannya dengan sebuah perhubungan? Mirip dengan run-on sentence, sebuah perhubungan yang tidak bermakna dan tidak berjalan adalah suatu perhubungan yang sebaiknya dipisahkan saja, karena tidak dua orang dengan dua ide yang berbeda itu sulit untuk disatukan dan dicarikan titik temu. Atau kalau perhubungan itu punya potensi titik temu, dan si dua orang ini mau tetap berjalan bersama dalam suatu perhubungan yang bermakna, harus tetap ada penghormatan terhadap dua orang dengan dua ide yang berbeda (alias si tanda baca koma) tetapi dicarikan satu hal yang bisa menjembatani dua ide tersebut (yaitu kata penghubung).

Jadi, bagaimana dengan perhubunganmu? Perlu dipisahkan? Atau masih mau mencari kata penghubung?

Advertisements

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s