Mari Kita ke Bogor (lagi)!

Saya ke Bogor baru dua kali. Tapi penginnya berkali-kali. Alasannya tidak banyak, karena kalau kebanyakan alasan itu namanya kemaruk. Dan kebanyakan alasan itu adalah kebiasaan orang yang mau menghindari masalah. Tapi karena ke Bogor itu jelas bukan masalah yang perlu saya hindari, jadi saya tidak mau kebanyakan alasan kenapa harus mengunjungi Bogor untuk ketiga, keempat, dan entah keberapa kali lagi.

Bogor dan Teman-Teman

Bogor dan Teman-Teman

Alasan pertama adalah karena saya punya teman-teman yang menyenangkan untuk dikunjungi dan tentu saja bisa saya todong untuk mengantarkan saya melihat-lihat apa yang perlu dilihat di Bogor. Bukan cuma ke Kebun Raya Bogor yang terkenal sudah ada sejak jaman Prabu Siliwangi itu. Walaupun saya akui ketika kunjungan pertama saya ke Bogor di bulan September 2011 itu saya belum sempat mampir ke kebun itu sama sekali. Cuma bisa melirik sedih dari dalam angkot ke arah hijaunya pohon-pohon Kebun Raya. Saya malahan diajak oleh Tyas, sobat saya sejak kuliah di Ames, untuk memangku anak macan di Taman Safari Cisarua dan berfoto gaya film India di Taman Bunga Nusantara Cianjur. Dalam hati pengen banget ke Kebun Raya. Namun apa daya, Tyas cuma mau membayari saya masuk ke Taman Safari dan Taman Bunga yang tiketnya aduhai mahalnya. Makanya saya harus ke Bogor lagi supaya ngidam saya melihat dan membaui bunga Rafflesia Arnoldii terpenuhi.

Alasan kedua adalah karena lagi-lagi saya punya teman-teman yang menyenangkan untuk dikunjungi dan sangat bisa memanjakan selera saya akan musik jazz dan puisi. Di Bogor ada komunitas jazz and poem yang rutin menggelar pentas musik jazz berbareng dengan pembacaan puisi di depan rumah Bang Idang Rasjidi di perumahan Aryawidura Residence. Kali kedua ke Bogor di bulan Desember 2013 saya sebenarnya dijanjikan oleh Mbak Utami Utar dan Mas Adi WKF untuk bisa membacakan salah satu puisi saya di acara itu, tapi melihat penampilan Bang Matahari Timoer, Bang Khrisna Pabichara dan Bang Erha Limanov saya sudah keder duluan. Kalau ke Bogor lagi saya mau datang ke acara jazz and poem lagi. Semoga boleh membacakan puisi saya yang ini. Syukur-syukur boleh nyanyi juga lagu yang ini. Tapi kalau tidak diijinkan, saya bisa memastikan bahwa saya lagi-lagi akan mengalami eargasm. Oh, nikmatnya!

Kalau dibaca dengan teliti, alasan saya kenapa saya ingin ke Bogor lagi sebenarnya bukan ada dua, melainkan cuma satu: karena saya punya teman-teman yang sangat mengasyikkan di Bogor. Jadi walaupun saya tiba di Bogor sendirian, saya tidak perlu khawatir mati gaya karena tidak tahu harus ngapain di kota itu. Berkelana sendirian ada asyiknya, terutama selama berada di transportasi publik, karena itulah saat saya bisa berkontemplasi dan mengobservasi banyak hal. Tapi untuk mengenal lebih dalam sebuah kota, saya suka menjelajahi kota itu bersama penghuni kota itu untuk bisa mempelajari, mengamati, dan menikmati sudut-sudut kota itu yang tidak mainstream.

Rencananya bulan Mei tahun ini saya akan ke Bogor lagi. Tentu akan bertemu Tyas dan Jeremy, suaminya, yang akan pulang ke Bogor bulan itu, membawa serta Norah, putri balita mereka yang sudah sering saya lihat keimutannya di foto-foto tapi belum pernah sekali pun saya bisa cubit pipinya secara langsung. Pun akan merencanakan bertemu  dengan Mbak Utami, Mas Adi, Bang MT, Bang Khrisna, Bang Manov, dan (moga-moga) Bang Idang dalam kopdar yang pasti menyuguhkan kopi dan obrolan seru tentang topik-topik nyeleneh di mata umum. Mungkin akan lebih semarak, kalau saya bisa membalas kebaikan hati mereka semua dengan mentraktir mereka Buntut Asam Manis dan Padjadjaran Bandrek di Bale Bancakan Restaurant dan lalu mendengarkan musik di Hegarmanah Music Lounge, di Padjadjaran Suites Resort and Convention Hotel, tempat saya berencana akan menginap.

Jadi, tunggu saya Mei tahun ini, Bogor! Meskipun semrawutnya angkot di Tugu Kujang bikin saya pusing, tapi saya selalu merindukan teman-teman baik saya di kotamu!

Catatan: Saya ikutkan posting ini dalam lomba menulis blog tentang Wisata Bogor yang diadakan oleh Kelas Bogor. Tapi saya tahu bahwa saya (kemungkinan besar) tidak akan menang karena untuk menang saya wajib datang ke kelas mereka tanggal 21 Februari 2015 di Bogor. Ya nggak apa-apalah. Wong saya nulisnya juga senang kok. Siapa yang tidak senang mengingat kenangan seru bersama teman-teman. Ya nggak?

Advertisements

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s