Susah Gampangnya Terlibat dalam Aksi/Kegiatan Kemasyarakatan

volunteersgiftMenggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan itu susah-susah gampang. Susah karena nggak banyak yang mau bekerja tanpa dibayar alias sukarela. Susah karena begitu kegiatan kelar, nggak terdengar kabarnya lagi. Tapi bisa gampang juga karena begitu kegiatan itu ngetren, jadi banyak yang mau ikut.

Baru-baru ini saya ikut kegiatan Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi (CICAK) Salatiga, berdemonstrasi menentang korupsi dan mengadakan seminar dan pertunjukan seni anti-korupsi. Saya juga mulai mengurusi Akademi Berbagi (Akber) Salatiga, yang kegiatannya membagi ilmu secara gratis pada masyarakat lewat kelas-kelas. Dua organisasi ini murni organisasi yang digerakkan oleh sukarelawan, dan bisa ditebak, yang mau ikut repot-repot kerja, meluangkan waktu dan tenaga bisa dihitung dengan jari kaki dan tangan. Dan salah satu kegiatan itu setelah kelar nggak ada lagi kelanjutannya.

Ada beberapa hal yang saya catat dari terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan secara suka rela. Yang pertama, dalam setiap kegiatan semacam ini, diperlukan seorang atau beberapa tokoh penggerak. Di kegiatan demonstrasi dan seminar/pertunjukkan seni, sebagian besar yang ikut menjadi peserta/panitia adalah mahasiswa fakultas tertentu di universitas saya. Itu pun karena salah satu dosennya ikut aktif mengompori. Sampai akhirnya saya dan si dosen itu berkesimpulan, kalau nggak digerakkan oleh tokoh panutan, tampaknya gerakan macam ini nggak akan jalan. Kalau di kampus, tentu dosen yang dianggap jadi tokoh panutan. Kalau di masyarakat, ya mestinya tokoh masyarakat. Tokoh panutan macam ini biasanya sudah teruji oleh para pengikutnya sebagai tokoh yang dianggap mampu dan mumpuni, yang punya sesuatu yang bisa dipelajari atau dianut. Sehingga, para pengikutnya tidak ragu-ragu dan tidak segan-segan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

Hal yang kedua yang saya catat, yang namanya keberlanjutan kegiatan itu sangat penting supaya efek yang ingin dicapai dari suatu kegiatan/gerakan bisa tercapai. Itu sebabnya Akber mensyaratkan bahwa kelas harus diselenggarakan minimal sekali tiap bulan. Kalau tidak cabang Akber di kota itu akan ditutup. Dan yang namanya membangun kesinambungan gerakan itu cukup sulit juga, kalau tidak ada orang-orang yang mau terus-menerus terlibat. Dari lima orang yang awalnya bersedia terlibat mengurusi Akber misalnya, hanya ada 3 orang yang secara aktif mau menghubungi guru, menyiapkan kelas, mempromosikan kelas, bahkan sampai mengangkat-angkat kursi. Sedangkan yang satu lagi, karena kesibukan, masih muncul di kelas. Yang satu lagi? Menghilang entah kemana 😦

Memang sih, sulit juga mengadakan gerakan/kegiatan kemasyarakatan. Sering juga dapat cemooh atau pertanyaan miring, ngapain sih kamu repot-repot ikutan yang begitu-begituan, nggak ada hubungannya dengan ilmu yang kamu tekuni/profesi yang kamu jalani, atau kamu kan sedang punya banyak hal yang lebih penting yang kamu kerjakan. Pokoknya ada saja yang skeptis. Tapi saya selalu berpikir bahwa kegiatan macam begini efek yang mau dicapai bukan efek jangka pendek. Ketika saya ikut aksi menentang korupsi, muara aksi itu akan berdampak di masa depan anak-anak saya juga yang akan hidup di negara yang (mudah-mudahan) bebas korupsi. Ketika saya ikut terlibat menjadi kepala sekolah Akber, saya membangun jejaring saya yang saya tahu akan banyak gunanya di masa depan saya dan yang namanya membagi ilmu itu selalu membawa manfaat baik bagi orang lain maupun diri sendiri maupun masyarakat secara luas.

Jadi walaupun mengikuti kegiatan/aksi kemasyarakatan itu susah-susah gampang, saya tetap akan melakukannya. Kamu gimana?

Gambar dari http://kelownagospelmission.ca/get_involved

Advertisements

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s