NostalGILA Masa Remaja

From left to right -- Back: Minda, stranger; Middle: me, Nana, Argo; Front: Lily, Lolita

Anda punya nostalgia apa di masa remaja? Masa-masa (kalau di Indonesia) masih memakai seragam putih biru atau putih abu-abu, berdiri sejam di bawah matahari pagi setiap hari Senin untuk upacara bendera, nongkrong di kantin sekolah (most probably makan bakso atau mie ayam), dan naksir teman di kelas sebelah sehingga tiap istirahat bolak-balik lewat ruang kelasnya supaya bisa mencuri pandang sekilas.

Moga-moga Anda tersenyum membaca ini karena Anda punya kenangan-kenangan yang lucu, indah, dan menyenangkan masa-masa di SMP atau SMA. Saya juga. Dan saya wajib berterimakasih pada Facebook yang pada masa ini menjadi jaringan sosial maya yang sangat ampuh dan efektif untuk menemukan teman-teman lama.

Sejak teman kami Gunawan yang lebih beken dipanggil “Pakdhe” mengunggah foto di bawah ini di Facebook yaitu di tanggal 21 Juli 2011, dinding komentar foto ini sudah menghasilkan 6623 komentar (terhitung terakhir saat saya menuliskan blog ini). Itu berarti dalam jangka waktu sebulan lebih dua hari, rata-rata ada 200 komentar baru setiap harinya dan 8 komentar baru setiap jamnya untuk foto ini. Bukan main bukan? Akibatnya? Sudah beberapa kali kejadian BB beberapa teman ‘ngambek’ dan hanya bisa loading melulu karena gencarnya komentar dari teman-teman saya itu.

From left to right -- Front: Seno, Longki, Agus Heman, Pakdhe Gunawan, Darmawan Ndondong, Heru, Edi Prast, David Ande, Desy; Back: Prabawanto Suprih, Djlamprong, Uut Udek, Ahmad (photo courtesy of Gunawan)

Foto ini sebenarnya boleh dibilang foto yang biasa saja. Sekelompok anak SMP berfoto bersama sehabis acara wasana warsa. Wasana warsa itu adalah tradisi pesta akhir semester di SMP kami dulu, SMP Negeri 1 Salatiga. Yang namanya pesta jangan dikira seperti pesta prom anak-anak SMP-SMA jaman sekarang, mengundang band, berdansa-dansi, atau karaoke bersama. Seingat saya, di tahun 1986-1989 itu, acaranya melulu sambutan, vokal grup, puisi, main gundu atau kalau lagi beruntung ada teman sekelas yang bisa menari atau menyanyi, ya menari dan menyanyilah si teman. Ruang pesta cukup di ruang kelas kami saja, dihias kertas krep berwarna-warni dan balon-balon berwarna-warni pula.

Tapi yang luar biasa, kira-kira apa yang kami bicarakan di 6000-an komentar itu? Apa sih sihir yang memukau saya sehingga di hari-hari ini, hal pertama yang saya buka adalah foto itu dan komentar teman-teman saya itu di Facebook?

Saya rasa alasan pertamanya adalah karena kami kangen masa-masa remaja itu. Masa-masa ketika kami tidak punya tanggung jawab apa pun kecuali berangkat sekolah, belajar yang bener, dan selebihnya boleh bersenang-senang, bercanda-canda nggak beres dan tentu saja naksir teman sekelas atau tidak sekelas atau kakak kelas. Tidak ada bos yang menyuruh ini itu dengan tenggat waktu yang kejam, tidak ada target penjualan yang harus dipenuhi yang kalau tidak dipenuhi, gaji akan dipotong, tidak ada pasangan atau anak-anak yang meminta ditemani ini itu atau dibelikan ini itu, dan di kasus saya, tidak ada pembimbing disertasi yang bawel meminta rancangan bab segera dikirimkan lewat surel.

Makanya di sekian ribu komentar itu yang kami lakukan persis seperti apa yang kami lakukan 15-20 tahun yang lalu, bersenang-senang membaca candaan teman-teman yang saling mengejek dengan nama julukan masing-masing (julukan saya dulu adalah Miss Kelin alias Miss Kelinci, thanks to gigi tonggos saya yang mirip kelinci. Makasih ya Arif Swasono dan Ruci Dewanto atas julukan saya yang sama sekali tidak berkelas!). Atau mengingat cerita-cerita kenakalan kami mengerjai guru-guru kami tercinta (misalnya kelas kami pernah membuat bom kentut di lab kimia yang dengan ‘cerdas’-nya kami letakkan di bawah jendela kelas sebelah dan berakibat seluruh isi kelas keluar terbirit-birit karena tidak tahan baunya. Nana sahabat saya tentu ingat insiden ini). Dan tentu saja episode naksir-menaksir antar teman, baik yang berakhir suram (seperti cerita sobat tersayang Atik yang menaksir si ehm nun jauh di sana) atau berakhir bahagia karena menjadi suami-istri hingga sekarang (halo, Agus Himawan-Tina Tristania, Hariadi-Novita) atau bahkan kisah kasih terpendam yang baru ketauan sekarang (hadohhhhh! apakah ada yang naksir saya? *pede*). Sungguh menyegarkan rasanya di tengah kebuntuan saya menulis disertasi di perpustakaan yang penuh dengan muka-muka berkerut minus senyum, membaca komentar dari teman yang sungguh lucu karena membayangkan mukanya dan kelakuannya yang tolol luar biasa di masa lalu. Kadang-kadang saya pun ditegur karena ketawa kecil sendiri di senyapnya perpustakaan. Saya bayangkan teman-teman saya pun pasti dipelototi teman-teman sekantornya karena ketawa sendirian macam orang gila.

Tapi di sela-sela komentar-komentar yang lucu-lucu tentu saja ada cerita-cerita masa kini. Siapa yang sudah sukses jadi apa, sudah berhasil melakukan apa, sudah melangkah kemana saja. Saya bangga sungguh dengan teman-teman saya itu, apalagi mengingat betapa konyol kelakuan-kelakuan kami di masa lalu. Kadang-kadang terselip keluhan di sana-sini, karena hidup tak selalu indah dan terang benderang.  Atau juga yang merasa belum menjadi apa-apa, belum melakukan apa-apa, hingga merasa tak layak berkomentar. Untuk mereka pun saya merasa bersimpati, sebab konyolnya hidup ini kadang-kadang tak adil buat beberapa orang.

Terimakasih buat teman-teman saya seangkatan di SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Salatiga yang tiap hari mampu membuat saya melihat dunia ini dengan penuh warna dan menyadarkan saya tentang nasib dan hidup manusia. Masa remaja sungguh menyegarkan, namun masa kini pun tak kalah menyenangkan bersama kalian.

Selamat bereuni di lebaran kali ini. Maaf saya tak bisa ikutan. Tapi tahun depan saya berjanji akan manggung dengan Survival Band di reuni kita (betul tidak, Himen, Lasdar, Hariadi dan Jacky?)

Survival Band -- From left to right: Jacky Zacharias, Wahyu Lasdarwanto, me, Agus Himawan, Hariadi Susatio (photo courtesy of Jacky Zacharias)

Advertisements

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s