Seribu Satu Cara Menganiaya dalam Bahasa Jawa

 

Siapa bilang bahasa Jawa itu miskin makna? Kalau ada yang bilang begitu saya mungkin yang pertama kali tunjuk jari protes. Buktinya, pagi ini ketika saya beromong-omong dengan rekan-rekan sejawat saya (Ibu Lany Kristono, Ibu Fera Nugroho, Ibu Anita Kurniawati, dan Ibu Purwanti Kusumaningtyas), kami menemukan begitu banyak kata dalam bahasa Jawa yang mirip-mirip tapi ternyata punya makna yang cukup berbeda-beda untuk melukai orang lain.

Misalnya kata ngampleng, nggaplok, njotos, napuk, ngeplak, nempiling, ngethak, ngepruk, nggebuk, nuthuk, ngantem. Semua kata ini merujuk pada tindakan memukul ke arah kepala. Tetapi yang berbeda adalah posisi tangan, arah pukulan, reaksi kepala, letak bagian di kepala yang terkena pukulan dan alat yang digunakan. Ngampleng adalah pukulan yang dilakukan dengan telapak tangan terbuka dengan arah pukulan dari samping, biasanya dikenakan ke pipi dengan akibat muka terputar ke arah belakang. Ini tentu beda dengan nggaplok yang dilakukan dengan telapak tangan agak menangkup, atau njotos yang dilakukan dengan telapak tangan terkepal. Arah pukulan untuk nggaplok memang sama dengan ngampleng, tapi njotos dilakukan dengan arah pukulan dari depan dan hasilnya kepala akan bergerak mundur. Sedangkan ngeplak dilakukan dengan telapak tangan terbuka, tapi arah pukulan agak miring dan tidak harus selalu ke pipi. Ini hampir sama dengan nempiling, cuma untuk yang satu ini saya masih belum pasti bentuknya bagaimana karena sudah jarang saya mendengar orang memakai kata nempiling.

Ngethak selalu ditujukan ke batok kepala dengan telapak tangan terkepal tapi yang dikenakan adalah bagian tajam dari buku-buku jari dan bukan bagian rata dari buku-buku jari seperti dalam kasus njotos. Sedangkan kata ngepruk, nggebuk dan nuthuk, biasanya dilakukan dengan menggunakan alat. Tapi kata ngepruk selalu dilakukan ke kepala, sedangkan kata nuthuk merujuk pada gerakan memukul dari arah atas ke bawah sehingga biasanya yang kena memang kepala yang memang bagian paling atas dari tubuh kita. Bedanya, kata nuthuk ini bisa dikenakan untuk memukul apa saja dengan menggunakan alat, misalnya nuthuk paku alias memalu. Ini sama halnya dengan kata ngantem yang berarti memukul tetapi pukulan bisa ditujukan ke bagian tubuh yang mana saja.

Nah, apa Anda tahu arti kata dicengkiwing, dijantur, dan dicuwowo? Ada yang bisa jawab? 😀

Advertisements

6 comments

  1. Setahu saya tu dicengkiwing itu hampir sama kaya dipithing bu….. jadi megang sesuatu dengan kuat supaya tidak lepas. Contoh tangan di cengkiwing tu di pegang terus di puntir dikit biar ga lepas .

    dijantur itu setahu saya memegang benda atau sesuatu sampai terangkat sedikit lalu di tendang… tapi pada saat nendang pegangan kita lepas sehingga benda atau sesuatu yang kita tendang bisa terlempar jauh….

    tapi beda lho sama njantur jangkrik hahaha klo njantur jangkrik cuma pegang sungu atau antena sang jangkrik setelah itu di tiup lah jangkrik itu hingga dia mengepakkan sayapnya tapi tak di lepas pegangan…. hahaha ini latian dilakukan sebelum jangkrik di adu hehehe
    (ne ra salah lhom sak kelinganku ngono)
    klo dicuwowo ki aku rada kai bu…. tapi ne ra salah ya senacan gaya menarik…. hehehe

    >> Wah, ini analisa tingkat tinggi 😀 Nah trus apa bedanya dicengkiwing sama dipithing hayo? Kalo dicuwowo saya sudah tau, itu dicubit dua belah pipi tapi cuma sekali saja. Tadi Bu Pur kasih kata lain untuk mencubit dua belah pipi tapi bolak balik, tapi saya lupa 😦

    Like

  2. Danielle would love this post, bu! Hahaha. And I totally agree with you! I can’t speak Javanese (my Javanese is extremely poor, memalukan ya :< ) tapi saya setuju banget!

    >> kalau gitu, ini harus diforward ke Danielle dong 😛 susah emang bahasa Jawa ya?

    Like

  3. Dicengkiwing itu menurut simbah adalah memegang sesuatu yang mengakibatkan sesuatu tersebut terangkat dan berubah posisi menjadi miring. Contoh: Orang kalau dicengkiwing salah satu daun telinganya pasti akan terangkat dan kepala berubah posisi menjadi miring sambil berkata: jiangkrik loro n*es….
    Dijantur, menurut simbah saya yang lain adalah memegang seseuatu dalam posisi terbalik. Contoh: Setiap bayi yang baru lahir pasti dijantur sama Pak Dokter dengan memegang kaki bayi menghadap keatas dan kepala dibawah lalu ditepuk pantatnya biar bisa cengeeeerrrrr
    Dicuwowo, menurut simbah NENY adalah dicubit kedua belah pipi sekali saja karena kalau berkali-kali pasti sakit sekali dan itu namanya adalah penyiksaan………..
    Sumonggo Kito Nguri-uri kabudayan Jawi…
    Nuwun…..

    >>> ah, penjelasan yang komplit dengan contohnya. simbah kasih nilai 100 bagaimana? 😀

    Like

  4. langgananku dulu jewer, slenthik, theot, jiwit, cuwik ama tapuk yang aku dapet dari ibu, suwargi bapak sama suwargi mbah kung.

    jan preman tenan ok.

    bu, i got knocked-u.. 😀 six weeks.. 😀 might be born by end of Nov or early Dec this year.. wish i cud see you and talk about many stuffs before you’re leaving.. 😥

    >>> congrats!!!! if you go back to Salatiga before 14 June, you might catch me. but we can always skype, rite?

    Like

  5. ah elah, lupa jawab pertanyaan. setahu saya:

    a. dicengkiwing itu diangkat dengan mencengkeram sedikit bagian dari seuatu. gerakan berpusat pada jari saja.

    b. dijantur itu digantung terbalik dengan kaki di atas dan dalam posisi terikat.

    c. dicuwowo itu apa ya? dicubit dengan genggaman/pegangan yang lebih besar hingga biru2? ndak tau, bu. . 😦

    >>> sak ke men to nasibmu, nduk 😛

    Like

  6. Hahahaha

    next kita bahas seselan -em- bu,
    gemandhul
    kemethak
    kemaplok
    cemokot
    gemelom
    gemlethak
    cemolong

    >> setuju. let’s discuss it over coffee and post it in blog. this includes jemotos, kemlewat, etc. right?

    Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s