Libur tlah tiba…

Setelah dua minggu bekerja di SoE dan karena Jalu, anak saya, sedang liburan kenaikan kelas (btw, dia naik kelas lohhh, walau pun dia tak pernah nggak belajar, dan rapotnya banyak yang ‘tidak tuntas’ hehehehe), keluarga kami memutuskan untuk bepergian ke Surabaya untuk mengunjungi keluarga-keluarga dari pihak Yudi, suami saya. So, setelah berjuang untuk mendapatkan tiket kereta (yang ternyata sudah habis, bis, bis!), kami memutuskan untuk naik bis patas ke Solo, disambung dengan bus patas lainnya ke Surabaya.

Selain mengunjungi para keluarga, kami jelas pergi ke mal (secara rumah Tante In, tempat kami menginap, berada di sebelah Maspion Square) untuk melihat-lihat segala rupa barang baru, melihat pentas lumba-lumba, mencoba bungee (terutama Jalu untuk menjajal nyali), dan segala kegiatan liburan lainnya. Sungguh sangat menyegarkan!

on the way to Surabaya in the bus

di dalam bis ke Solo

keluarga besar Surabaya

keluarga besar Surabaya

Jalu dicium lumba-lumba

Jalu dicium lumba-lumba

menonton lumba-lumba

kami narsis ketika menonton lumba-lumba

naik bom-bom ship

naik bom-bom ship

Jalu siap-siap mencoba bungee

Jalu siap-siap mencoba bungee

Pulangnya untuk memenuhi hasrat ke-ndeso-an Jalu, kami memilih naik kereta api Sancaka. Soalnya anak saya itu belum pernah menaiki moda transportasi kereta api. Kalau pesawat atau kapal dia mah sudah dari kecil menjajal, terutama karena mbah-mbahnya dari pihak ayah tinggal di luar pulau Jawa.

Ternyata seru juga liburan tanpa rencana begini. Walaupun sempat ketar-ketir takut tidak mendapat tiket transportasi. Paling tidak, saya sudah tahu bagaimana caranya ke Surabaya dan besok-besok kalau mendapat ‘ilham’ untuk liburan yang dekat-dekat dan dengan waktu yang terbatas, Surabaya bisa menjadi pilihan yang tepat.

Sekarang tinggal mengatasi sindroma sesudah liburan alias malas kerja! 🙂

Advertisements

One comment

  1. Pertama-tama, marilah kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME karena berkat rahmat dan hidayah-Nya lah kita bisa …
    (Waduh, kelamaan, nanti Bu Neny keburu ngantuk.)

    Lha pantes, ndak pernah kelihatan, ternyata melanglang buana ke dunia lain tho.

    Wah, senangnya bisa berlibur. Ke Surabaya pula. Dari dulu, tu kota paling asik untuk berlibur. Tapi saya setuju dengan pengalaman Ibu, susah dapet tiketnya. Ya begitulah Surabaya saat liburan (bahkan menjelang liburan). Tiket pada habis. Tapi untung Ibu masih bisa pulang naik kereta pula, saya membayangkan kalo sedang musim liburan, naik kereta duduk di atas gerbong, silir ih.

    Lho, yang bungee koq Jalu saja? Ibunya ndak ikutan?

    Waduh, yang dapet ciuman dari dolphin juga cuma Jalu, lha ibunya ndak tho?
    Kl tidak, sayang sekali. Kalo Bu Neny di cium dolphin, nanti dolphin nya kan bisa ketularan pinter. Hehehehe…

    Oiya, fotonya yang
    “di dalam bis ke Solo”
    dan
    “kami narsis ketika menonton lumba-lumba”
    Bu Neny koq tampak beda ya?
    Lbh cerah (emng cuaca), ceria (mangnye mobil), bersinar (matahari kale’) dan bersemangat (duch please dech).
    Jujur aje, Ibu tampak lebih muda 10th (apa gak lebay yach?).
    Tampaknya, keputusan Ibu untuk berlibur memang tepat. Ditengah kepenatan, memang sebaiknya kita menyempatkan diri untuk berlibur.

    Akhir kata, jangan lupa, cobloslah Partai Kaca Mata Hitam pimpinan Bu Neny. (halah, apa coba).
    Tetap semangat ya bu. Hidup Bu Neny

    Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s