Kacamata oh kacamata…

Kalau lihat foto saya di sebelah ini, bagaimana kesan Anda tentang saya?

Sok gaya?

Sok seleb?

Hayo ngaku, mungkin begitu kan?

Dan salah satu sebabnya mungkin karena saya memakai kacamata hitam.

Bayangkan hebatnya kekuatan sebuah kacamata hitam *harga 15 ribu!* dalam mengubah kesan orang terhadap seorang individu.

Padahal saya ini orangnya nggak suka nggaya. Suka membuktikan diri mampu sih, tapi nggaya tidak. Seleb? Jelas bukan. Walaupun saya punya banyak teman di beberapa kota, beberapa institusi, di kampung saya. Tapi karena kesukaan saya memakai kacamata hitam, saya sering mendapati orang memandang saya dengan agak-agak aneh, atau agak-agak ‘sepa’.

Sepulang dari negeri sebrang, saya memang demen memakai kacamata hitam. Bukannya mau sok gaul atau gaya, tapi karena saya melihat pentingnya memakai kacamata hitam di negeri tropis terik matahari macam Indonesia ini. Daripada mata jadi jereng dan silau karena berusaha menahan silaunya sinar matahari, mendingan melindunginya dengan kacamata hitam kan? Selain itu, saya juga mendapati bahwa setelah mata saya divonis minus lima belas tahun yang lalu, mata saya ini memang manja. Kalau misalnya, saya sedang naik motor dan menantang matahari, mata saya langsung kriyip-kriyip gak beres, sering-sering harus ditutup. Padahal, bahaya juga kan naik motor kalau sering tutup mata. Bisa-bisa nabrak! Tambahan lagi, saya sejak empat tahun yang lalu memakai softlens yang membuat mata saya tidak bisa mengikuti mekanisme alamiah pembersihan mata. Biasanya kalau ada benda asing masuk ke mata, mata kita kan akan otomatis berkedip, sehingga kotoran itu bisa diglontor oleh air mata dan keluar dengan sendirinya. Kalau memakai softlens, segala kotoran akan nempel di lensa dan air mata saja tidak cukup. Itu sebabnya memakai kacamata hitam itu wajib buat saya, supaya kotoran tidak gampang masuk ke mata.

Yang saya nggak tau, mengapa kacamata hitam punya citra ‘gaul’ dan ‘seleb’ macam gini. Apa mungkin karena di film-film Hollywood, yang namanya aktor dan aktris selalu berkacamata hitam kemana-mana. Dan yang jadi jagoan selalu memakai kacamata hitam (inget Arnold Swayzenegger di The Terminator?). Bahkan kalau mau masuk kompleks militer, seringkali ada tulisan di gerbangnya ‘kacamata lepas’. Apa kalau sudah pakai kacamata hitam itu identik dengan orang yang sok jago? Bagaimana kalau yang pakai kacamata hitam itu perempuan cantik memakai setelan kantor resmi dan sepatu hak tinggi?

Hmmm, what’s wrong with kacamata hitam?

Advertisements

6 comments

  1. Bukan Bu Neny namanya jika tidak bisa mengangkat topik yang aneh dan nyleneh. Itulah sebabnya saya memutuskan untuk gabung jadi fans nya Bu Neny. Hihihi, berlebihan banget gak sech.
    (Ini basa-basi ala orang Indonesia)

    Bicara tentang kacamata hitam, saya jadi ingat akan sesuatu yang sangat menggelikan.
    Waktu lebaran kemarin saya dan keluarga besar berkumpul di rumah nenek (ibunya ayah saya) di Solo. Mengikuti tradisi yang sudah-sudah, kalau lebaran, wajib hukumnya bersilaturahmi ke rumah saudara dan tetangga. Nah, kebetulan tante saya yang tinggal dan bekerja di Surabaya juga ikut dalam perjalanan wajib tersebut.

    3 bulan sebelum lebaran, tante sempat di tugaskan ke Kairo selama sebulan untuk seminar.
    Selama tante di Kairo, tante tuch jadi suka pakai kacamata hitam. Sepulangnya tante dari Kairo, dia tidak bisa lepas dari kacamatanya tersebut.
    Oleh teman2nya di kantor, dia sering di ledekin teman2 nya. “Gile nek, ni Indonesia gicu, bukan Kairo.”

    Tante melepas kacamatanya itu selama 3 hari, tapi berhubung cuaca Indonesia yang sangat berbeda dengan Kairo (tepatnya Surabaya), mata tante yang sulit beradaptasi dengan debu2 di Surabaya sempat merah selama seminggu.

    Sebagai tante yang baik, dia wajib donk crita tentang “matanya” dan kenapa dia pakai kacamata. Kebetulan, tante tuch juga crita ke nenek saya.

    Maklum lah, namanya juga di kampung, berita pasti cepat tersebar donk.
    Mendingan aja tersebarnya benar, lha ini beritanya berubah banget.

    Di kampung inilah kejadian yang menggelikan terjadi. Tante yang berkunjung ke rumah kerabat jauh menggunakan kacamata hitamnya.
    dan ada salah satu (orngnya cuma lulusan SMP) yang bilang,

    “Mbak, misale aku sing ditugaske lunga ndek Kairo, aku emoh. Sampeyan koq gelem tho mbak? Dibayar piro tho mbek kantore sampeyan? Koq gelem? Aku yen di tugaske lunga menyang Kairo, aku tho emoh, lunga Kairo marai rak iso ndelok opo2. Aku mesak’ke karo sampeyan mbak.”

    Semua keluarga besar saya langsung pada ketawa.
    Ternyata, (saya juga baru tau), orang yang pakai kacamata hitam di daerah nenek saya hanya orang yang bebekan (sakit mata) dan orang yang buta.
    Image itu udah tercipta sangat lama dan mungkin tak akan pernah bisa hilang seiring perkembangan jaman.

    Saya jadi berfikir,
    jangan2 mereka menganggap Abang Arnold Swayzenegger yang main di film The Terminator lagi belekan donk ato matanya buta. Hiks…hiks…hiks…gak rela saya, di kan gak belekan.

    Like

  2. Wah, tantenya gaul tuh, mau dong dikenalin, hihihi….

    Susah juga ya menghadapi orang-orang yang sudah terpola dengan citra yang sudah diciptakan sejak lama. Yang saya bikin ya paling cuek bebek, wong kacamata punya saya ini dan gak ngutang lagi belinya 😛

    Like

  3. Tante saya mah bukan lagi gaul, tapi nyentrik. Ya rada mirip2 dikit lah ma oraang yang bernama Bu Neny. Hehehe….

    Like

  4. Bu, anda melupakan satu fakta bahwa kacamata hitam sering dipakai oleh pasukan tuna netra tukang pijat… jangan-jangan ibu… awkawkawk…

    Like

  5. @Daniel — ehm, tukang pijet? Baru tau ya kamu profesi sampingan saya 😛

    @simpri — semoga nyasar yang berguna. Makasih sudah mampir!

    Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s