Memenuhi

Kenapa ya, orang Indonesia itu suka sekali jalan bergerombol, lebih dari satu orang, super pelan-pelan, sambil gandengan (kadang-kadang), memenuhi jalan, dan tidak sadar kalau ada orang di belakangnya yang selak keburu-buru mau lewat?

Advertisements

3 comments

  1. Ternyata saya bukan orang satu2nya yang merasa terganggu dengan keberadaan makhluk yang “tak tau lingkungan” itu.

    Bu,
    tentunya ibu sebagai dosen tidak sesering saya dalam menemui makhluk2 semacam ini.
    Saya yang berprofesi sebagai mahasiswa sering sekali menghadapi hal yang sangat menyebalkan macam ini. Gerah banget dech.

    Kya’nya pemerintah harus mulai memperhatikan hal “sepele dadi gawe” ini dech.
    Masa’ cuma ada aturan untuk penegndara motor dan mobil saja, pejalan kaki juga harus di buatkan undang-undang, agar tak meresahkan orang-orang seperti ibu dan saya ini (Komunitas pejalan kaki cepat dan Komunitas sibuk).

    Like

  2. Heheh,

    Jangan salah deh, saya banyak menemukan makhluk macam ini di kampus saya, makanya bisa nulis dgn nada2 sebal.. hihihi..

    Pemerintah? Wah, saya agak2 skeptis kalo mengharapkan pemerintah. Yang saya buat lebih jangka panjang: berseru2 ke mahasiswa2 saya soal ini dan ke pembaca blog ini. Siapa tau di masa depan para pejalan kaki jadi lebih ‘beradab’

    Like

  3. Saya ini heran ya, kenapa mayoritas orang Indonesia suka jalan rombongan dan pelan2 pula, padahal matahari di Indonesia sekarang ini kan bersinar sangat terik. Koq bisa ya mereka melenggang tenang dgn santainya di bawah terik matahari yang bisa bikin kulit item dan kering.
    Menurut pengamatan saya sejauh ini, mereka yang suka sekali berjalan kaki dengan sangat santai dan tidak memperdulikan orang lain biasanya termasuk tipe orang yang gak disiplin (telatan). Lihat saja mahasiswa yang suka melenggang pelan di bawah terik matahari, mereka tetep aje nyantai walaupun mereka tau kalo mereka telat.
    Suatu hari nanti semoga saja ada seminar untuk para pejalan kaki dan mensosialisasikan pada mereka bahwa matahari sekarang tak baik untuk kulit dan menyebabkan kanker.

    Like

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s